Tips Dan Cara Bagaimana Mengatasi Depresi Pada Lansia

Tips Dan Cara Bagaimana Mengatasi Depresi Pada Lansia

Tips Dan Cara Bagaimana Mengatasi Depresi Pada Lansia

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada geriatri. Beberapa kondisi seperti memiliki penyakit kronis, kematian orang-orang terdekat, dan kehilangan rutinitas kerja menjadi penyebab di balik meningkatnya angka depresi pada lansia. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), persentase depresi mayor pada lansia yang hidup di komunitas berkisar antara kurang dari 1% hingga 5%, namun angka tersebut meningkat menjadi 13, 5% pada lansia yang membutuhkan perawatan khusus di rumah dan menjadi 11, 5% pada lansia yang merupakan pasien rumah sakit. Depresi, khususnya pada geriatri, merupakan kondisi klinis yang membutuhkan penanganan khusus. Apabila tidak ditangani dengan baik, depresi dapat menurunkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial; meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti fraktur panggul, stroke, dan serangan jantung; bahkan meningkatkan risiko bunuh diri. Mengatasi Depresi Untuk Hari Tua yang Lebih Bahagia Menangani depresi pada geriatri dapat dimulai dengan mengenali tanda-tandanya. Secara umum, gejala depresi pada geriatri sama dengan gejala depresi pada usia lainnya, diantaranya merasa lelah tanpa alasan, memiliki permasalahan tidur, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Yang menyebabkan perubahan berat badan secara signifikan, merasa pesimis dan tidak berguna, hingga munculnya pikiran untuk mengakhiri hidup. Permasalahannya, mendiagnosis depresi pada geriatri lebih sulit dibandingkan dengan orang yang lebih muda. Hal ini disebabkan gejala depresi pada geriatri sedikit berbeda dengan orang yang lebih muda, seperti perasaan sedih yang tidak menjadi gejala utama pada geriatri. Lansia juga cederung lebih jarang membicarakan perasaan mereka. Selain itu, beberapa penyakit yang umum terjadi pada lansia, seperti Alzheimer, memiliki gejala yang serupa dengan depresi. Penyakit-penyakit seperti penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker serta obat-obatan dapat memunculkan gejala serupa depresi. Baca Juga: Pentingnya Terapi Rehabilitasi pada Lansia dengan Stroke Orang-orang terdekat memiliki peran penting dalam membantu geriatri mengatasi depresi. Apabila geriatri menunjukkan gejala depresi, mendorong mereka untuk meminta pertolongan merupakan hal yang tepat. Geriatri seringkali ragu dalam meminta pertolongan karena takut merepotkan dan takut akan stigma terhadap orang depresi sehingga dorongan untuk meminta tolong sangat dibutuhkan. Temani geriatri untuk pergi ke dokter jika memungkinkan. Untuk menangani depresi pada geriatri, dokter akan melakukan pemeriksaan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa kemungkinan gejala depresi yang ditimbulkan oleh obat-obatan atau penyakit tertentu. Dokter kemudian akan melakukan evaluasi psikologis. Terapi yang akan diberikan jika lansia terdiagnosis depresi dapat berupa terapi psikologis dan pemberian obat-obatan. Terapi psikologis yang digunakan adalah psikoterapi yang bertujuan untuk mencari tahu hubungan depresi dengan kejadian masa lampau atau cognitive behavioural therapy (CBT) untuk mengubah cara berpikir atau kebiasaan yang dapat menyebabkan depresi. Dokter juga akan memberikan obat-obatan berupa antidepresan untuk menghilangkan gejala-gejala depresi. Electroconvulsive therapy (ECT) akan digunakan pada depresi berat yang dapat mengancam nyawa atau jika terapi lainnya tidak berhasil. Mengenali dan mengatasi depresi pada geriatri bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, mengidentifikasi dan menangani gejala depresi diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh di hari tua. Cukup sekianinformasiyang dapat timberikan, semoga bermanfaat. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kesehatan, Anda bisa video call langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan Health.Download aplikasi Healthdi App Store dan Google Play. Baca Juga:Pilihan Makanan Sehat untuk Lansia Referensi: 1. Park M, Unützer J. Geriatric depression in primary care. Psychiatr Clin North Am. 2011 Jun; 34(2): 469–x. doi: 10.1016/j.psc.2011.02.009 2. Writer unknown. Depression is not a normal part of growing older [internet]. Place unknown: Centers of Disease Control and Prevention;date unknown [updated 2017 Jan 31, cited 2020 Apr 3]. Available from: https://www.cdc.gov/aging/mentalhealth/depression.htm 3. Writer unknown. Depression in older adults [internet]. Place unknown: Royal College of Psychiatrist; 2014 Sep [cited 2020 Apr 3]. Available from: https://www.rcpsych.ac.uk/mental-health/problems-disorders/depression-in-older-adults 4. Writer unknown. Depression and older adults [internet]. Place unknown: National Institute on Aging, U.S. Department of Health and Human Services; date unknown [updated 2017 May 1, cited 2020 Apr 3]. Available from: https://www.nia.nih.gov/health/depression-and-older-adult 5. iske A, Wetherell JL, Gatz M. Depression in older adults. Annu Rev Clin Psychol. 2009; 5: 363–389.doi: 10.1146/annurev.clinpsy.032408.153621 6. Kok RM, Reynolds CF. Management of depression in older adults. JAMA. 2017; 317:2114-22 . doi:10.1001/jama.2017.5706 7. Rodda J, Walker Z, Carter J. Depression in older adults. BMJ. 2011 Oct 1; 343. doi:10.1136/bmj.d5219

Tips Kesehatan Sering Sakit Kepala Sebelah? Ini penyebab Migrain Yang Perlu Anda Ketahui Apakah Anda tahu apa yang penyebab migrain? Migrain itu sendiri merupakan sakit kepala hebat dan terasa seperti berdenyut-denyut yang pada umumnya hanya terjadi ...

Pemicu

Kesehatan Pria Pria Wajib Tahu Beberapa Rekomendasi Obat Kuat di Apotek Terdapat obat kuat di apotek untuk meningkatkan kualitas seks pria. Bukan hanya itu, ada juga obat kuat yang dapat menambah keperkasaan pria. Obat-obat yang ter ...

Cara Mengatasi Depresi Pada Lansia Yang Mudah Dan Tepat

Kesehatan Wanita Wajib Tahu! Berikut Ini Perbedaan Darah Haid dan Hamil Terdapat perbedaan darah haid dan hamil yang dapat Anda ketahui. Saat mengeluarkan flek darah, tak jarang mungkin Anda bingung apakah darah tersebut pertanda ha ...

Covid-19 Kenali Ciri-Ciri Omicron, Varian COVID-19 Terbaru dengan Gejala Tak Biasa Sudahkah Anda mengetahui apa saja ciri-ciri Omicron yang merupakan varian terbaru dari virus COVID-19? Varian Omicron awalnya ditemukan di Afrika Selatan, lalu ...Sobat Salam, seiring dengan bertambahnya usia imunitas tubuh pun akan menurun dan berbagai permasalahan kesehatan pun biasanya akan mulai bermunculan. Tidak hanya permasalah kesehatan fisik saja yang sering menghantui para lansia. Namun rupanya proses penuaan yang dialami pun membawa dampak bagi kesehatan mental orang berusia lanjut.

Usia yang panjang membuat lansia mengalami banyak perubahan dalam hidup. Situasi yang tidak sama lagi seperti saat masih produktif dahulu, terkadang menjadi faktor penyebab para lansia ini merasa kesepian.

Menangani Dan Mencegah Depresi Pada Lansia

Belum lagi pertambahan usia yang juga dapat melambatkan metabolisme dan perubahan fisik. Aktivitas yang dulunya diminati, bisa jadi tidak akan sama lagi jika dilakukan ketika usia sudah lanjut. Dan kondisi tersebut akan membuat lansia tidak nyaman untuk melakukan aktivitas tersebut kembali.

Seiring bertambahnya usia dan banyak perubahan yang dialami oleh lansia, termasuk perubahan fisik terkadang membawa suasana hati lansia menjadi buruk. Perubahan hidup yang signifikan ini akhirnya dapat meningkatkan risiko depresi. Berikut beberapa penyebab yang kerap kali dikaitkan dengan penyebab depresi pada lansia :

Penyakit yang dialami akan membawa dampak besar pada perubahan kualitas hidup dan fisik lansia. Misalkan jika lansia mengidap penyakit tertentu yang mengharuskan melakukan prosedur bedah atau operasi. Pastinya hal ini akan meninggalkan bekas kerusakan yang akan merubah bentuk tubuh. Belum lagi jika lansia mengidap penyakit kronis yang tak kunjung sembuh. Kondisi seperti ini akan membawa risiko besar lansia mengalami depresi.

Bagaimana Cara Mengatasi Stres?

Semakin bertambahnya usia, ruang lingkup lingkaran sosial pun akan semakin mengerucut. Baik dari anak-anak yang sibuk dengan keluarganya masing-masing, hingga ditinggalkan untuk selamanya oleh orang-orang terkasih seperti teman, saudara atau pasangan. Hal ini membuat mobilitas lansia semakin menurun dan sangat dapat memicu depresi.

Kenapa

Umumnya mereka yang lansia berarti sudah memasuki masa pensiun dari profesinya terdahulu. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas, status, bahkan kepercayaan diri pada lansia dan dapat meningkatkan risiko depresi. Keterbatasan kapasitan fisik untuk melakukan berbagai macam aktivitas pun bisa memengaruhi lansia untuk mendapatkan tujuan hidup baru.

Berbagai kondisi di atas tadi umumnya akan memicu munculnya ketakutan akan kematian, serta kecemasan masalah finansial atau pun kesehatan. Hal seperti ini juga berkontribusi menjadi penyebab depresi pada lansia.

Tips Jitu Mengatasi Gangguan Tidur Pada Lansia

Kematian orang terkasih seperti pasangan, anggota keluarga lain dan teman pastinya akan membuat lansia menjadi sedih. Dari kesedihan ini akan memicu kesepian dan ketakutan yang dapat berujung depresi pada lansia.

Meski dalam kapasitas kemampuan fisik yang terbatas, namun sebenarnya lansia masih bisa untuk mempelajari keterampilan baru. Seperti mencoba kegiatan baru, atau membuat perubahan gaya hidup.

Depresi

Hal ini dikarenakan otak manusia yang tidak pernah berhenti berubah. Meski di usia lanjut pun otak akan tetap dapat beradaptasi dengan ide-ide baru, sehingga membantu pencegahan depresi.

Pemicu Depresi Pada Lansia Dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasi depresi ini umumnya akan melibatkan aktivitas-aktivitas baru yang disukai. Agar lansia dapat tetap aktif secara fisik maupun sosialnya. Dengan begitu mereka akan merasa terhubung dengan orang-orang.

Meski lingkaran sosial pada saat lanjut usia sudah mulai mengerucut, bukan berarti lansia hanya dapat berdiam diri. Sebaiknya kita harus melawan kondisi tersebut dengan berusaha terhubung dengan orang lain. Bisa dengan mulai menjalin kembali silaturahmi dengan orang-orang yang sudah lama tidak berkomunikasi untuk bersosialisasi.

Memelihara hewan ternyata bisa membawa efek healing untuk mental lho! Hewan peliharaan bisa menemani lansia untuk melakukan aktivitas sehari-harinya seperti pada saat berjalan santai di sekitar lingkungan rumah. Selain itu dengan memerlihara hewan akan membuka peluang untuk dapat bertemu dengan penyuka hewan lain.

Pengobatan

Gangguan Tidur Pada Lansia Bisa Sebabkan Depresi

Cobalah untuk mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. Para lansia umumnya mempunyai waktu luang yang lebih banyak. Mungkin ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat-tempat yang tidak sempat dikunjungi sewaktu muda. Yang dikarenakan aktivitas kesibukan saat itu yang tidak memungkinkan.

Lansia identik dengan imunitas tubuh yang lemah. Imunitas tubuh yang lemah ini bisa diperbaiki dengan cara menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan aktivitas lainnya. Selain itu lansia pun bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Pola hidup dan pola makan yang sehat ini mempunyai dampak baik bagi kesehatan mental dan fisik.

Waktu luang yang banyak mempunyai kebaikan tersendiri bagi lansia. Pasalnya dengan kondisi ini, seharusnya lansia bisa lebih fokus menjalankan ibadah tanpa gangguan. Dengan memperbanyak ibadah dan berdoa tentunya akan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Leaflet Covid Lansia

Selain itu, ketakutan akan kematian dan kekhawatiran terhadap finansial akan dapat teratasi dengan mudah dengan peningkatan spiritual. Dan dengan kedekatan pada sang pencipta terjalin lebih kuat karena ibadah yang dilakukan. Dari situ lansia dapat menemukan makna baru dalam hidup.

Penyebab,

Perawatan depresi pada lansia umumnya mempunyai prinsip yang sama dengan perawatan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak