“Ganja atau mariyuana adalah jenis psikotropika yang dapat menyebabkan banyak efek negatif pada tubuh. Mulai dari gangguan pernapasan hingga gangguan kesuburan menjadi dampak penyalahgunaan ganja.”
, Jakarta – Sudah tahu kan kalau penyalahgunaan ganja bisa memengaruhi saraf dan fungsi otak? Ada banyak sekali dampak dari penggunaan ganja bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.

Dalam ganja, keduanya menghasilkan zat yang sama seperti pada tembakau. Sehingga dampak yang terjadi pada pengguna ganja, hampir serupa dengan orang yang memiliki kebiasaan merokok.
Apakah Menghisap Ganja Bisa Membunuhmu?
Kondisi ini juga akan terkait langsung dengan masalah kesehatan paru, seperti batuk dan munculnya dahak setiap hari. Penggunaan ganja juga dapat meningkatkan risiko infeksi paru lebih tinggi.
Terdapat sebuah meta analisis pada tahun 2016, yang menunjukkan bahwa kemungkinan kecelakaan motor akan meningkat 3% pada pengguna ganja, daripada kelompok yang tidak menggunakan ganja.
Menurut penelitian, struktur otak yang bisa mengalami perubahan akibat psikotropika ini, yaitu hippocampus, prefrontal cortex (PFC), dan serebelum. Dampaknya mencakup penurunan fungsi kognitif, defisit dalam pembelajaran verbal, penurunan daya ingat (memori).
Apa Efek Penggunaan Ganja Terhadap Kesehatan?
Sebaiknya cari tahu pengertian narkoba dan dampaknya agar tidak terjerumus ke dalam penggunaan zat-zat berbahaya ini melalui: Pengertian Narkoba dan Dampaknya bagi Kesehatan.
Hasilnya, pria yang menggunakan ganja secara rutin dan teratur mengalami penurunan kualitas sperma sebesar 28 persen. Bukan hanya itu, jumlah sperma juga mengalami penurunan sebesar 29 persen.
Selama ini, tembakau pada rokok disebut-sebut menjadi faktor utama kerusakan paru-paru. Efek ini berasal dari kandungan tarnya, yaitu partikel kimia yang timbul saat proses pembakaran rokok.
Cara Membantu Orang Lain Lepas Dari Kecanduan Ganja: 15 Langkah
Faktanya, kandungan tar pada ganja ternyata hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari rokok tembakau. Asap dari pembakaran ganja juga memiliki kandungan zat penyebab kanker jauh lebih tinggi dari asap rokok biasa.
Akibatnya, risiko kanker paru-paru bisa semakin tinggi pada orang-orang yang memakai ganja dalam waktu lama. Masalah paru akibat pemakaian ganja mencakup terhambatnya jalan napas, hiperinflasi paru, bronkitis kronis, infeksi pernafasan dan pneumonia.
Penggunaan ganja yang berlebihan juga bisa mengganggu kesehatan mental. Sebab, tanaman ini memang terbukti memicu gejala psikosis, seperti halusinasi, ilusi dan euforia. Lambat laun, gejala tersebut bisa berkembang menjadi skizofrenia.
Infografik: Di Balik Ganja Yang Melenakan
Tidak hanya itu, pemakainya juga cenderung cemas dan mudah mengalami serangan panik. Dalam jangka panjang, efek ini bisa membuat seseorang sulit tidur, mengalami perubahan suasana hati dan berkurangnya nafsu makan.
Ganja bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Penelitian juga menunjukkan kalau ganja bisa meningkatkan risiko penyakit yang melemahkan kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.
Menurunnya imunitas bisa membuat tubuh semakin sulit melawan infeksi. Alhasil, pemakai tanaman psikotropika ini rentan tertular penyakit maupun sulit sembuh dari suatu penyakit.
Ini Efek Ganja Pada Tubuh Dan Otak, Berikut Solusinya!
Sama halnya rokok, mengisap ganja selama kehamilan juga memengaruhi perkembangan otak janin. Tidak hanya itu, psikotropika ini juga bisa memperlambat pertumbuhan janin, menyebabkan kecacatan, meningkatkan risiko kelahiran prematur, dan meningkatkan risiko leukimia pada janin.
Apabila masuk ke dalam tubuh Si Kecil, efeknya bisa sangat fatal. Sebab, tubuh bayi yang baru lahir cenderung masih dalam proses perkembangan dan daya tahan tubuhnya masih belum sempurna.
Salah satu penelitian dalam jurnal tersebut juga menunjukkan bahwa, penggunaan ganja dapat mengurangi kesuburan pada wanita, dengan mengganggu pelepasan hormon gonadotropin pada hipotalamus. Hormon gonadotropin dalam tubuh berfungsi untuk menjaga proses ovulasi dan siklus menstruasi.
Mengenal Khasiat Dan Risiko Ganja Dalam Pengobatan Medis
Selain itu, paparan kandungan tetrahydrocannabinol (THC) dalam tubuh dapat memengaruhi hormon seks wanita yang memicu gangguan pada ovulasi. Hal ini tersebut juga bisa meningkatkan risiko ketidakteraturan menstruasi. Untuk itu, sebaiknya hindari penggunaannya agar kesehatan semakin optimal.
Memiliki berat badan yang terlalu rendah juga berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan. Contohnya seperti gangguan pencernaan, pengeroposan tulang, hingga gangguan pada psikologis.

Kandungan THC dalam ganja dapat melepaskan dopamin dalam jumlah besar. Hal ini membuat seseorang yang menggunakan ganja akan merasa senang yang berlebihan.
Berapa Lama Efek Ganja Bertahan Di Dalam Tubuh?
Kondisi ini yang bisa menyebabkan timbulnya rasa candu pada penggunaan ganja. Selain itu, ada efek lain dari penggunaan ganja akibat adanya gangguan sistem saraf. Contohnya seperti kesulitan tidur, lebih mudah marah, hingga kehilangan selera makan.
Efek ganja pada kesehatan tubuh bisa kamu rasakan secara langsung. Sedangkan efek jangka panjangnya tergantung pada beberapa faktor. Mulai dari usia pengguna, cara penggunaannya, seberapa banyak ganja yang digunakan, dan seberapa sering menggunakannya.
Itulah informasi seputar ganja yang perlu kamu ketahui. Sebaiknya, jangan pernah mencoba tanaman ini. Sebab, psikotropika umumnya mudah membuat seseorang kecanduan hingga sulit terlepas darinya.
Efek Samping Ganja
Kamu juga bisa cari tahu berbagai jenis terapi untuk mengatasi kecanduan narkoba melalui artikel Catat, Ini 6 Jenis Terapi untuk Mengatasi Kecanduan Narkoba.
Referensi: Healthline. Diakses pada 2023. The Effects of Marijuana on Your Body. Medical News Today. Diakses pada 2023. How marijuana affects the body. National Institute on Drug Abuse. Diakses pada 2023. Cannabis (Marijuana) Drug Fact. American Journal of Epidemiology. Diakses pada 2023. Association Between Use of Marijuana and Male Reproductive Hormones and Semen Quality: A Study Among 1, 215 Healthy Young Men. Healthline. Diakses pada 2023. Can Cannabis Affect the Overall Health of Your Sperm? Healthline. Diakses pada 2023. Does Smoking Weed Really Make You Lose Weight? Contemporary Obgyn. Diakses pada 2023. Effects of Marijuana Use on Female Reproductive Health and Pregnancy. Yale Journal of Biology and Medicine. Diakses pada 2023. Marijuana, the Endocannabinoid System and the Female Reproductive System.Sadar atau tidak, penggunaan ganja secara berulang dapat menyebabkan ketergantungan dan meninggalkan dampak pada tubuh. Hal ini perlu anda tanggapi dengan serius jika kedepannya ingin hidup dengan nyaman. Pada artikel ini, akan dijelaskan bagaimana cara menghilangkan efek ganja pada tubuh.
Kandungan senyawa cannabinoid (100 macam zat kimia berbeda) pada tanaman ini memungkinkan ganja memberikan efek berbeda pada tubuh. Mulai dari mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra.
Thc Dan Cbd, Komponen Ganja Medis Untuk Terapi Kesehatan
Namun pada kenyataannya setelah diteliti, sebagian besar senyawa pada ganja sangat kuat sehingga akan berbahaya bagi kesehatan tubuh jika disalahgunakan. Belum lagi Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidol (CBD) bisa memberikan efek mabuk pada tubuh.
Ganja adalah salah satu jenis tanaman herbal yang sudah tidak asing terdengar di telinga kita saat ini. Terlebih lagi karena mariyuana atau ganja ini banyak disalahgunakan oleh orang-orang.
![]()
Mengkonsumsi ganja biasanya dilakukan dengan cara melinting lalu membakar dan menghisapnya seperti rokok. Selain itu, beberapa orang juga mencampurkannya pada makanan atau minuman sehari-hari untuk mendapatkan efek dari mariyuana.
Nih Kenali Beberapa Manfaat Ganja Untuk Medis
Efek nikmat yang diberikan oleh penggunaan ganja biasanya akan bertahan selama 30 menit. Namun, jika dikonsumsi lebih banyak atau dengan campuran obat lainnya maka efeknya juga bisa bertahan lebih lama bahkan hingga 6 jam.
Dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh penggunaan ganja secara terus-menerus dapat terlihat dan dirasakan pada kondisi fisik dan mental seseorang. Adapun efek penggunaan ganja adalah sebagai berikut.
Sebuah penelitian telah membuat pernyataan bahwa rata-rata orang yang sudah mengkonsumsi sejak masa remaja hingga dewasa dalam artian telah menggunakannya dalam jangka panjang mengalami penurunan IQ secara signifikan. Bahkan angkanya bisa mencapai 8, sehingga memberikan efek yang buruk pada sistem kerja otak.
Penyakit Yang Bisa Diobati Dengan Ganja Dan Cara Penggunaannya
Orang yang umumnya sudah mengalami efek buruk ini, akan menjadi sering kebingungan dan sulit berpikir serius. Mudah lupa dan sering mengabaikan orang-orang.
Namun, berdasarkan penelitian kadar dari THC setiap tahunnya terus meningkat secara signifikan. Dulu ganja hanya mengandung 1% THC, hingga sekarang sudah mencapai angka 7%. Bukan tidak berbahaya, semakin tinggi kandungan THC maka kemungkinan ketergantungan akan semakin tinggi.
Kadar THC dalam ganja dapat merusak sel dan jaringan yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyakit tertentu. Hal ini membuat pengguna ganja lebih rentan terhadap penyakit seperti batuk, pilek, penyakit menular, atau penyakit yang disebabkan oleh virus.
Awas! Ganja Membuat Mental Kamu Lamban
Penggunaan ganja biasanya dikonsumsi dengan cara dibakar dan hisap seperti rokok. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pernapasan hingga dapat menyebabkan infeksi dan sesak napas.
Seusai dikonsumsi, ganja akan menyebabkan detak jantung meningkat hingga menyebabkan jumlah detakan tidak stabil. Serangan jantung merupakan dampak terburuk jika hal tersebut terus terjadi pada jantung.
![]()
Penggunaan ganja dapat menyebabkan perubahan struktur pada hipokampus, amygdala, nexusaccumbens, dan prefrontal cortex pada otak. Semakin sering dan banyak jumlah ganja yang dikonsumsi, maka akan semakin tampak perubahan yang signifikan. Padahal, bagian otak tersebut penting dalam mempengaruhi cara kita menilai hal positif dan negatif di lingkungan serta bagaimana kita mengambil keputusan atas hal tersebut.
Ada 20 Manfaat Ganja Untuk Kesehatan
Menyelamatkan diri dari efek penggunaan ganja merupakan tanggung jawab yang harus kita lakukan sendiri. Untuk itu anda perlu tahu kiat dan cara untuk menghilangkan efek ganja sebagai berikut.
Jika sudah mengalami ketergantungan, kamu bisa mulai untuk mengatur dan mengurangi penggunaan secara perlahan. Itu ditujukan agar diri mulai membiasakan untuk terlepas dari ganja.
Berhenti malu dan membohongi diri sendiri! Terbebas dari narkoba merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan sendirian, cari seseorang yang mau mengerti dan ingin mendukung anda untuk terbebas dari ganja.
Ganja Bisa Bikin Tenang & Tidur Lebih Nyenyak, Benarkah?
Pada tahapan awal, tentu saran dokter sangat diperlukan. Dokter bisa memberikan obat penenang untuk digunakan atau memberikan saran lainnya seperti mengikuti program rehabilitasi di Ashefa Griya Pusaka.
Setelah mengurangi pemakaian, kuatkan komitmen pada diri sendiri dan mulailah berhenti dari ganja secara total. Dampaknya mungkin akan sangat menyiksa akan tetapi di saat inilah dukungan dari orang yang kamu percayai sangat dibutuhkan.
Memberhentikan penggunaan zat adiktif dari tubuh tentu akan menimbulkan banyak dampak terhadap fisik dan mental seseorang. Gejala pada fisik dapat berupa kejang, badan gemetar, dan penurunan kepekaan indra.
Segala Yang Baik Dan Buruk Dari Ganja
Sedangkan gejala pada mental biasanya akan menyebabkan si pengguna menjadi mudah depresi, mengalami ilusi dan halusinasi yang sangat berat, dunia mimpinya terasa semakin nyata, hingga merasakan keinginan hilang dari dunia berlebihan.
Terus menghidrasi diri anda selama proses ini. Air mineral sangat berguna untuk menetralkan kandungan zat adiktif yang sudah ada di dalam tubuh. Selain itu, air juga membantu tubuhmu tetap kuat saat memberhentikan diri dari penggunaan ganja.
![]()
Empat sehat Lima sempurna sangat cocok diterapkan selama proses rehabilitasi diri. Pasalnya tubuhmu akan membutuhkan banyak tenaga dan gizi untuk bertahan dan melawan efek ganja pada