“Ibu hamil sangat umum mengalami GERD. Hal ini karena perubahan hormon dan janin yang berkembang, sehingga menyebabkan tekanan di perut. GERD selama hamil bisa diredakan dengan mengonsumsi makanan seperti pisang, sayuran berdaun hijau, daging tanpa lemak, hingga gandum utuh. Makan enam kali sehari dengan porsi kecil juga lebih disarankan dibandingkan makan 3 kali sehari.”
, Jakarta – Penyakit asam lambung atau GERD merupakan sakit dengan sensasi membakar di sekitar tulang dada. Kondisi ini terjadi karena asam lambung bergerak dari perut ke kerongkongan. Mulas atau sakit dada seringkali menjadi gejala dari penyakit asam lambung atau GERD.

GERD semasa kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan hormonal atau pertumbuhan janin. Tingkat progesteron yang tinggi menyebabkan otot yang berada di antara kerongkongan dan perut menjadi mengendur atau melemah. Kabar baiknya, ibu bisa meredakannya dengan mengonsumsi makanan tertentu dan menerapkan gaya hidup yang tepat.
Ciri Ciri Asam Lambung Naik Saat Puasa
Ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang utuh, banyak makan buah-buahan dan sayuran, serta mengonsumsi makanan yang diolah di rumah. Berikut ini beberapa makanan sehat yang bisa meredakan gejala GERD pada ibu hamil:
Jahe dapat mengatasi mual di pagi hari dan gejala GERD pada ibu hamil. Bahan makanan ini bersifat antiinflamasi dan mampu meredakan gejala tidak nyaman akibat GERD. Ibu bisa menambahkan jahe ke dalam
Pisang merupakan sumber potasium yang baik dan mampu melawan asam lambung yang naik. Konsumsilah pisang untuk sarapan atau makan sebagai camilan sebelum makan besar.
Profesor Harvard Beri 9 Tips Redakan Asam Lambung Tanpa Obat
Pada trimester kedua dan ketiga, ketika mual di pagi hari biasanya mereda dan ibu memiliki nafsu makan yang lebih besar, perbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau. Sayuran berdaun hijau kaya akan nutrisi, serat, dan bersifat basa, sehingga tidak menyebabkan GERD. Kangkung, bayam, seledri, dan merupakan beberapa pilihan yang bagus.
Susu bisa menyebabkan sakit perut pada beberapa orang. Namun, susu almond bersifat basa dan sumber kalsium yang baik. Minumlah segelas susu almond saat sarapan.
Daging ayam atau daging sapi tanpa lemak adalah sumber protein yang baik. Mengonsumsi daging akan membuat ibu merasa kenyang dan bisa meredakan GERD. Pastikan daging yang ibu konsumsi sudah dibuang kulitnya. Olahlah hingga matang sempurna untuk menghindari patogen berbahaya bagi ibu dan janin.
Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Secara Alami
Selain mengonsumsi makanan di atas, ibu hamil juga perlu mematuhi aturan makan yang baik selama hamil. Perlu diketahui, makan berlebihan bisa memperburuk GERD. Saat ibu hamil, ruang di perut tersisa sedikit untuk mengembang. Menjalani pola makan yang sehat tidak hanya mencegah GERD dalam jangka pendek, terutama selama kehamilan.

Kenaikan berat badan lebih selamat hamil juga dapat memberikan banyak tekanan pada perut. Hal inilah yang yang bisa memicu GERD saat hamil. Daripada makan tiga kali sehari, akan lebih baik jika ibu makan enam kali sehari dengan porsi kecil dalam sekali makan. Mengonsumsi makanan dengan porsi kecil lebih mudah dicerna oleh tubuh. Hal ini tentu akan meringankan gejala GERD selama kehamilan.
Setelah makan, upayakan untuk tidak langsung berbaring atau melakukan kegiatan yang mengharuskan ibu membungkuk. Aktivitas tersebut bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Itulah yang perlu ibu hamil ketahui mengenai GERD selama hamil.
Hamil Anak Kedua, Ardina Rasti Harus Bed Rest Karena Asam Lambung, Begini Cara Bumil Mengatasi Perut Panas Karena Tinggi Asam Lambung
Referensi: Parents. Diakses pada 2021. How to Relieve Heartburn During Pregnancy Health. Diakses pada 2021. Why You Get Heartburn During Pregnancy—And 12 Ways to Soothe It Very Well Health. Diakses pada 2021. What Is Heartburn in Pregnancy?atau penyakit karena naiknya asam lambung sangat mengganggu keseharian, bahkan dapat berakibat fatal. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.
GERD terjadi ketika asam dari lambung kembali naik ke esofagus. Esofagus adalah saluran yang menghubungkan kerongkongan dan perut. Gejala paling umum dari naiknya asam lambung adalah perut yang terasa kembung dan sensasi seperti terbakar pada area dada. Gejala yang lain bisa juga berupa nyeri pada perut, kesulitan menelan, atau batuk.

(2019), prevalensi GERD di Indonesia mencapai 22, 8 persen. Meski banyak orang menggunakan obat-obatan untuk mengatasinya, ada beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat membantumu mencegah kambuhnya GERD dan meningkatkan kualitas hidup. Simak beberapa tips berikut.
Mengetahui Ciri Ciri Asam Lambung Naik Saat Puasa Dan Cara Mengatasinya
Jenis makanan atau minuman tertentu bisa memicu naiknya asam lambung. Misalnya, kopi, teh, cokelat, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang bombay, bawang putih, minuman bersoda, dan alkohol. Jika kamu mempunyai penyakit GERD, jangan konsumsi makanan tersebut dalam jumlah besar atau dalam waktu berturut-turut.
Alih-alih makan sekaligus banyak, lebih baik makan dalam jumlah kecil dengan frekuensi yang lebih sering. Ketika perut penuh, risiko refluks asam lambung akan lebih tinggi.
Jangan langsung berbaring setelah makan. Ketika kamu berdiri atau duduk, gravitasi akan membantu asam lambung tetap berada di perut. Tidurlah minimal tiga jam setelah makan, ini berlaku untuk tidur malam maupun tidur siang.

Gimana Sih Cara Atasi Gerd Pada Ibu Hamil? Begini Cara Tepat Mengatasinya Menurut Dokter Ahli Moms
Hindari aktivitas olahraga berat sampai dengan beberapa jam setelah makan. Berjalan kaki ringan masih oke. Namun, jangan melakukan olahraga intensitas tinggi, apalagi yang melibatkan banyak gerakan membungkuk.
Bagi mereka yang memiliki penyakit GERD, idealnya ketika tidur posisi kepala berada 15–20 sentimeter lebih tinggi daripada kaki. Namun, yang tidak boleh dilupakan, topangan diagonal harus mencakup bagian punggung atas sampai kepala, jangan cuma bagian kepala. Jadi, menumpuk bantal di bawah kepala bukan solusi. Posisi ideal adalah seperti tempat tidur rumah sakit yang bagian atasnya bisa ditinggikan.
Sejumlah studi mendapati, tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan dapat memperburuk gejala GERD. Sementara berbaring dengan tumpuan tubuh bagian kiri dapat menurunkan keluhan asam lambung.
Ke Dokter Spesialis Apa Untuk Memeriksakan Penyakit Gerd?
Secara anatomis, ini masuk akal. Esofagus berada di sisi kanan perut. Maka, ketika kamu tidur menghadap kiri, bagian sfingter esofagus bawah berada di atas level asam lambung. Oleh karena itu, risiko asam lambung untuk naik ke kerongkongan menjadi lebih kecil.

Kenaikan berat badan menyebabkan struktur otot yang menyokong sfingter esofagus bawah melebar. Ini akan mengurangi tekanan yang menjaga katup sfingter tertutup. Akibatnya, risiko naiknya asam lambung pun lebih tinggi. Menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu mengurangi keluhan GERD dalam jangka panjang.